FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
05 10-2017

741

Matchmaking Startup Nasional & Venture Capitals Amerika Serikat Untuk Dorong Next Indonesia Unicorn

SIARAN PERS NO. 185/HM/KOMINFO/10/2017 TANGGAL 5 OKTOBER 2017
Kategori Siaran Pers
- (Tim Kementerian Kominfo)

Siaran Pers No. 185/HM/KOMINFO/10/2017

Tanggal 5 Oktober 2017

Tentang

Pertemuan Antara Pemerintah Indonesia, Startup Nasional dan Venture Capitals Amerika Serikat

 

Sebagai rangkaian kegiatan untuk menciptakan Next Indonesia Unicorn, sebagaimana diketahui, Tim Kementerian Kominfo melakukan kunjungan ke San Francisco dan Silicon Valley. Setelah tim melakukan pertemuan dengan diaspora Indonesia dan Permias pada Hari Sabtu (30-9) di San Francisco dimana Menteri Kominfo, Rudiantara hadir melalui video conference, selanjutnya pada Senin (2-10) tim melakukan 2(dua) kegiatan :

  1. Pertemuan dengan Venture Capitals (VCs) untuk memberikan update perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang begitu pesat dalam 2 tahun terakhir serta mendapatkan masukan-masukan dari para pemimpin VCs agar startup Indonesia bisa menjadi fokus investasi mereka serta potensi digital ekonomi Indonesia dapat terealisasi dengan cepat dan optimal
  2. Kegiatan Mempertemukan antara startup nasional dengan VCs

Pertemuan ini bertujuan untuk memperkenalkan startup nasional kepada VCs di Amerika Serikat. Diharapkan dengan pertemuan ini, para VCs dapat lebih memfokuskan investasinya ke startup Indonesia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia

 

Pertemuan dengan Venture Capitals (VCs)

Pertemuan dengan Top Tiers Venture Capitals (VCs) dari Amerika Serikat dilaksanakan di Westin Palo Alto, California pada Hari Senin (2/10) pukul 08.00 waktu setempat. Pertemuan ini bertujuan untuk memberikan update perkembangan ekonomi digital di Indonesia yang begitu pesat dalam 2 tahun terakhir serta mendapatkan masukan-masukan dari para pemimpin VCs agar startup Indonesia bisa menjadi fokus investasi mereka serta potensi digital ekonomi Indonesia dapat terealisasi dengan cepat dan optimal.

Hadir dalam pertemuan ini, Top Tiers VCs yaitu :

  1. Bill Reichert (Fenox+Garage Technology Ventures)
  2. John Drexler (Sovereigns Capital)
  3. Lydia Jett (Softbank)
  4. Ramanan Raghaverdan (Amasia)
  5. Tom Terbell (Rise Capital)
  6. Henry Kaestner (Sovereigns Capital)
  7. Luke M. Roush (Sovereigns Capital)

Tim Indonesia :

1.    Lis Sutjiati (Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang PMO & Digital Economy)

2.    David Rimbo (Tim Asistensi Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital)

3.    Rudy Ramawy (Tim Asistensi  Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital)

4.    Sonita Lontoh (Indonesia Diaspora/SVATA+Siemens)

5.    Edward Wanandi (Palapa Ventures)

6.    Perwakilan dari KJRI San Francisco

7.    William Tanuwijaya (Tokopedia)

8.    Kevin Aluwi (Gojek)

 

Menkominfo Rudiantara memimpin pertemuan secara jarak jauh melalui video conference. Menteri Rudiantara mengawali sambutannya “Tiga tahun yang lalu saya pergi ke Sillicon valley Bersama Pak William Nadin, yaitu rekanan dari Kevin, bersama tiga perusahaan lainnya. Pada waktu itu, itu hanya lelucon dan saya berkata bahwa saya akan kembali ke Sillicon Valley tetapi dengan satu, dua, atau lima Unicorn di dunia start up, yang akan ikut serta dengan kita. Saya juga turut senang karena kita memiliki tiga Unicorn, dimana dua Unicorn tersebut sudah bergabung bersama Anda dan sarapan pagi bersama. Bisa Anda lihat ini adalah Indonesia yang sekarang, Pak Wiliam dan Pak Kevin. Ini juga merupakan Indonesia di masa depan. Bisa dibayangkan Di tahun 2030, yaitu 12 tahun di mulai dari sekarang merupakan waktu yang cukup lama tapi untuk kami yang berpengalaman di dunia start up dalam Indonesia yang terlahir kembali pada 19 tahun yang lalu, itu terasa seperti baru kemarin.  Jadi, 12 tahun perjalanan merupakan waktu yang singkat bagi saya. Mengapa saya selalu menggunakan tahun 2030, alasan pertama adalah Indonesia akan menjadi puncak bonus demografi di tahun tersebut. Alasan yang kedua, ekonomi Indonesia akan menjadi urutan kelima di urutan 2030 yang dapat diketahui melalui sudut pandang GDP berdasarkan peneliatian yang dilakukan oleh PWC.  Jadi saya selalu berkata pada teman-teman  bahwa kalian harus berinvestasi di Indonesia sekarang juga. Jika kalian tidak berinvestasi di Indonesia mulai dari sekarang, maka perusahaan lain akan terlebih dahulu berinvestasi dan kalian akan kehilangan kesempatan”.

 

Kesempatan pertemuan secara teleconference ini, Menteri Rudiantara menyampaikan Visi Presiden Joko Widodo dan ekonomi digital. Rudiantara mengatakan “Pada Bulan Februari 2016 Presiden Joko Widodo bersama beberapa menteri terkait dan stakeholder pelaku digital nasional mengunjungi Silicon Valley untuk melihat dari dekat kemajuan perusahaan berbasis digital di sana serta mendapatkan gambaran dalam membawa Indonesia ke kemauan digital ke depannya. Sejak kunjungan Presiden Joko Widodo ke Silicon Valley pada awal 2016 lalu menuju sekarang, Indonesia khususnya pembangunan dan digital economy berkembang cepat. “PDB kita 2016 hampir 1000 billion USD pada 2030 nanti akan USD 2.4 trilyun. Indonesia akan jadi kekuatan 5 besar ekonomi dunia in term of GDP. Siapa pesaing kita dalam kurun waktu 5 Tahun ke depan? Pesaing kita itu Alibaba. mengapa? Alibaba tidak mengenal batas negara dan bisa membesar. Apa yang kita pikirkan, pertimbangkan dan putuskan saat ini adalah untuk ke depan hasilnya. Kita tidak hanya memikirkan saat ini. memang ada program quick win yg hasilnya segera akan tetapi kita di saat ini adalah untuk masa depan.

 

Berkenaan dengan posisi Indonesia yang saat ini telah memiliki beberapa Unicorn startup, akan tetapi tidak berhenti di stitu. Rudiantara menambahkan “Target kami saat ini ingin memiliki lima Unicorn hingga 2019, dan kami mengharapkan dua Unicorn akan datang melengkapi 3 Unicorn yg sudah ada di Indonesia. Jika Anda datang ke jakarta, saya akan mengajak Anda sarapan atau makan malam bersama. Saya juga ingin memberikan penekanan bahwa Indonesia saat ini menjadi drivernya ASEAN dan core nya ASEAN. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh bagus serta kondisi kestabilan bagus, Indonesia adalah masa depan investasi dunia. Selanjutnya Rudiantara menerangkan “Indonesia berkembang sangat cepat. Kemajuan dunia eCommerce kita harus bukan dengan menentangnya, kita harus maraihnya, merangkulnya untuk mengambil kesempatan yang lebih besar. 2 tahun lalu kami bersama Presiden Joko Widodo ke San Francisco, Indonesia belum memiliki pelaku digital yang mencapai tahapan unicorn, namun sekarang sudah ada setidaknya 2 unicorn dan beberapa menuju unicorn”.

 

Dalam pengantar perkenaan dalam diskusi bersama dengan para leaders top tiers VC tersebut, Menteri Ruditara mendorong investasi ke Indonesia. Rudiantara menegaskan “Saya berharap Anda dapat memberikan kabar baik tentang Indonesia kepada rekan2 Anda yang lain agar mereka bisa berinvestasi di negara kami ini. Hal ini merupakan waktu yg tepat untuk berinvestasi start up di Indonesia. Pemerintah Indonesia menindaklanjuti e-Commerce dan digital ekonomi dengan serius”.

 

Selanjutnya dilakukan diskusi interaktif antara Tim Indonesia dan Top Tiers VCs. Dari hasil diskusi, didapatkan masukan-masukan sebagai berikut :

  1. Pemerintah  harus dapat menciptakan regulasi ketenagakerjaan yang kondusif yg dapat mempercepat proses rekrutment dan pemutusan hubungan kerja, khususnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang terkait sektor ekonomi digital, sehingga mengimbangi kecepatan perkembangan dan perubahan di sektor ekonomi digital ini.
  2. Memastikan kemudahan proses investasi dan divestasi (exit) yang mudah dan keuntungan yang kompetitif,  seperti yang serupa prinsip bisnis Modal Ventura
  3. Jika solusi exit murah melalui Pasar Modal sebagai alternatif yang ditawarkan kepada investor modal ventura, melalui  konsep serupa dengan "development board", pastikan start up digital yg menjadi pionir melakukan IPO tersebut sukses dan berkelanjutan suksesnya. Karena akan menjadi rujukan bagi para Investor apakah exit "melalui pasar modal" merupakan sarana (vehicle) yang sesuai dgn ekspektasi mereka.
  4. Menciptakan suatu lingkungan yang suportif dan kondusif  dalam menerima, mengembangkan dan menguji  ide-ide baru untuk diterapkan (light regulation)
  5. Membantu koordinasi dengan kementerian yang berpotensi tinggi untuk mengembangkan solusi digital namun secara sektor masih tertinggal kemampuannya untuk bisa merespon dengan cepat perkembangan ekonomi digitalnya. Sektor-sektor tersebut misalnya sektor kesehatan, agrikultur, dll.

 

Kegiatan mempertemukan startup nasional tingkat 2 dan 3 dengan VCs

Pertemuan yang dilaksanakan di Hogan Lovells, Menlo Park, Palo Alto, California, pada Hari Senin (2/10) pukul 10.00 waktu setempat ini bertujuan untuk memperkenalkan startup nasional kepada VCs di Amerika Serikat. Diharapkan dengan pertemuan ini, para VCs dapat lebih memfokuskan investasinya ke startup Indonesia sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

 

Kegiatan ini diawali dengan video conference dengan Menkominfo, Rudiantara yang berada di Jakarta. Dalam sambutannya, Menkominfo menyatakan bahwa pertemuan ini bisa menjadi kesempatan emas bagi VCs di Amerika untuk berinvestasi lebih dini pada startup Indonesia, sebelum investor lain masuk.

 

David Rimbo dan Rudy Ramawy selaku Tim Asistensi Menkominfo untuk Inisiatif Strategis Ekonomi Digital Indonesia menyampaikan kepada para VCs bahwa saat ini Indonesia lebih siap secara infrastruktur telekomunikasi dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital. Selain itu juga, saat ini di Indonesia terdapat Program Tech Roadshow (Next Indonesia Unicorn) dimana start ups-start ups berkualitas yang telah mengumpulkan dana putaran ke 2 atau ke 3, dikurasi oleh institusi berkredibilitas kelas dunia seperti Big 4 - EY dan asosiasi Modal Ventura Indonesia.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi dari startup Indonesia. Pada sesi ini, Kevin Aluni (GOJEK) dan William Tanuwijaya (Tokopedia) sebagai perwakilan Unicorn Indonesia berkesempatan mendiskusikan pengalaman mereka dan perjalanan sukses mereka menjadi Unicorn dalam waktu yang singkat. Kevin Aluni menekankan bagaimana kondisi dan masalah sosio-ekonomi yang khas di Indonesia, yang dihadapi orang sehari-hari, benar-benar menciptakan kesempatan bagi mereka untuk menawarkan solusi sehingga saat ini, GOJEK tidak hanya menawarkan layanan berbagi tumpangan motor, namun sudah merambah layanan pengiriman paket, makanan, massage dll. Sementara itu Tokopedia, aplikasi marketplace, berhasil membuka kesempatan bagi 2 juta Usaha Kecil dan Menengah untuk memasarkan produk mereka ke seluruh wilayah Indonesia.

 

Berikut adalah perwakilan dari para venture capital besar Amerika Serikat yang hadir pada pertemuan dengan startup Indonesia:

1.    Luke M. Roush (Sovereigns Capital)

2.    Kai Jian Chua (Softbank)

3.    Junaedy Lim (Google)

4.    Martin Stroka (F50)

5.    Jon Liao (500 Startups)

6.    Mike Moe (GSV)

7.    Tess Hau (Amasia)

8.    Hon Luu & Cynthia Smith (Immersive)

9.    Ricky Budhrani, Grant Finlayson & Adrian Mendess (Pacific Technology Partners)

10. Matt Krna (PV Global)

11. David Lane (Diamond Head Ventures)

12. Gani Yusuf (Axonne)

13. Abrar Hussain (Elixir Capital)

14. Andrew Chung (1955 Capital)

15. Tugce Ergul (Angel Labs)

16. Joseph Malchow (Hanover Partners)

17. Sheryle Bolton (Professor at Hult)

18.   Kevin Chen (Crop Enhancement)

 

Biro Humas

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Berita Terkait

Siaran Pers No. 199/HM/KOMINFO/10/2017 tentang 897 Peserta Ikuti Born to Protect di Kota Malang

Indonesia kini kekurangan bakat Cyber Security dan itu menimbulkan masalah yang sangat nyata dalam industri strategis, pertahanan, kesatuan Selengkapnya

Siaran Pers No.198/HM/KOMINFO/10/2017 tentang Antisipasi Ancaman KRACKs pada Perangkat yang Terhubung ke Internet melalui WiFi

KRACKs dapat mendekripsi data di segala jenis perangkat yang terhubung ke internet melalui WiFi (wireless fidelity). Tindakan preventif yang Selengkapnya

Siaran Pers No.197/HM/KOMINFO/10/2017 tentang Penetapan Pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler

Merujuk Pengumuman Hasil Seleksi Untuk Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz dan Pengumuman Jadwal Penyerahan Dokumen Permohonan Untuk Pita Frekuensi Selengkapnya

Siaran Pers No. 196/HM/KOMINFO/10/2017 tentang Registrasi Kartu SIM Seluler Tidak Perlu Nama Ibu Kandung

Menunjuk Peraturan Menkominfo No 21 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menkominfo No. 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelang Selengkapnya

comments powered by Disqus