FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    28 09-2017

    3282

    Kementerian Kominfo Bersama Ericsson Fasilitasi Pengembang Aplikasi Lokal Berkompetisi Pada Digital Challenge 2017

    SIARAN PERS NO. 179/HM/KOMINFO/09/2017
    Kategori Siaran Pers

    Siaran Pers No. 179/HM/KOMINFO/09/2017
    Tanggal 28 September 2017
    Tentang
    Kementerian Kominfo Bersama Ericsson Fasilitasi Pengembang Aplikasi Lokal Berkompetisi Pada Digital Challenge 2017

     

    Jakarta- Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Ericsson menyelenggarakan acara Digital Challenge 2017 “Feel The Experience Being Connected in 18th Asian Games 2018”, yaitu kompetisi berupa online hackathon yang memberikan peluang kepada pengembang aplikasi lokal untuk membuat aplikasi mobile untuk diimplementasikan dalam Asian Games tahun 2018 mendatang. Kompetisi Digital Challenge 2017 ini dibagi menjadi dua kategori yaitu Sport Digital Experience dan Smart City Digital Services.

    Pada final judging Digital Challenge 2017 yang dilaksanakan di Ruang Anantakupa Kementerian Kominfo, Kamis (28/9/2017), sebanyak 6 finalis melakukan presentasi dan demo aplikasi di hadapan panel juri dari Ericsson, Kemkominfo INASGOC (Panitia Penyelenggara Asian Games 2018), serta perwakilan dari sejumlah operator telekomunikasi untuk menetapkan dua pemenang dari kategori Sport Digital Experience dan Smart City Digital Services

    Najib Abdillah (JKTPLM 2018) terpilih sebagai pemenang kategori Sport Digital Experience karena mereka berhasil menciptakan sebuah aplikasi mobile yang dapat memperkaya dan meningkatkan pengalaman penonton dalam menyaksikan pertandingan dan acara olahraga menggunakan perangkat apa saja. Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur yang dapat memberikan informasi mengenai skor, jadwal pertandingan, analisis, berita, informasi, dan panduan untuk pertandingan dan acara-acara lainnya.

    Sedangkan untuk kategori Smart City Digital Services I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular (Colony Labs) (Games Connect: Asian Games 2018) berhasil menjadi pemenang dengan menciptakan aplikasi mobile terbaik di antara semua peserta Digital Challenge 2017 dalam memberikan kemudahan layanan digital bagi pengunjung, staf, sukarelawan di lokasi penyelenggaraan acara di Jakarta dan Palembang. Aplikasi mobile ini akan memberikan akses yang mudah ke sistem transportasi yang tersedia di lokasi, layanan yang berhubungan dengan pariwisata dan jasa perjalanan, serta layanan darurat kesehatan.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan mengapresiasi kegiatan Digital Challenge 2017 dan berharap aplikasi para finalis bisa memberi nilai tambah bagi pelaksanaan Asian Games 2018 mendatang. “Saya berharap aplikasi yang dibuat finalis Digital Challenge 2017 bisa menjadi solusi dan memberi nilai tambah bagi Asian Games 2018. Pesan saya buat para finalis, carilah masalah simple yang perlu dicarikan solusinya.” ujar Semuel pada Final Judging Digital Challenge 2017.

    Jerry Soper, Head of Ericsson Indonesia mengatakan, “Di era digital saat ini, kita semua adalah bagian dari Networked Society yang akan membentuk masa depan teknologi untuk memungkinkan pengalaman baru selama perhelatan terbesar olahraga ini berlangsung. Ericsson berkomitmen dan bangga atas kontribusi kami dalam percepatan visi masa depan ini dengan mendukung inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam Digital Challenge 2017, untuk memberikan kesempatan bagi pengembang aplikasi di Indonesia dalam menciptakan pengalaman digital yang lebih cerdas dan lebih menarik selama Asian Games ke-18, 2018.” ujar Jerry.

     

    Profil Finalis Terpilih Digital Challenge 2017

    Berikut ini merupakan profil finalis dari Digital Challenge 2017, termasuk kedua pemenang, untuk kategori Sport Digital Experience dan Smart City Digital Services.

     

    1. I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular (Colony Labs) – Games Connect: Asian Games 2018

    I Wayan Dharmana dan Adithya Harun Tular tergabung dalam Colony Labs, yaitu tim developer  berbasis di Bali yang fokus pada pengembangan aplikasi mobile untuk berbagai kebutuhan. Colony Labs diperkuat oleh talenta-talenta muda yang memiliki jam terbang dalam pengembangan aplikasi, kompetisi nasional bahkan internasional. Sejak berdiri pada tahun 2015, Colony Labs sudah berhasil memberikan solusi aplikasi mobile untuk e-commerce, e-government, e-tourism, bahkan startup.

    Aplikasi yang dikembangkan tim Colony Labs bernama GamesConnect , termasuk kategori Smart City Digital Services. GamesConnect merupakan aplikasi one-stop yang dapat menghubungkan semua orang dengan Asian Games 2018, memberikan informasi mengenai jadwal pertandingan, pertandingan yang sedang berlangsung, dan menyediakan M-ticketing untuk memfasilitasi pembelian tiket tanpa harus pergi ke lokasi penjualan.

    2.  Rendy Ariawindana – Tracking Smart Police

    Rendy adalah seorang lulusan dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 2007. Ia merupakan co-founder technical dari BusSekolah.com, sebuah aplikasi bus sekolah pintar. Rendy pernah berpartisipasi dalam banyak kompetisi dan hackathon, seperti Fintech Hackathon by DBS Bank, Nexdev Bogor 2016, and Facebook Indonesia Developer Challenge 2016 dan berhasil menempati posisi juara di beberapa kompetisi.

    Rendy mengembangkan aplikasi untuk kategori Smart City Digital Services. Aplikasi ini memungkinkan seseorang untuk melaporkan kejadian kriminal yang menimpanya melalui sejumlah fitur yang tersedia di aplikasi, salah satunya adalah panic button, yang bisa mengirimkan informasi lokasi dan tempat kejadian perkara ke kantor kepolisian terdekat.

    3. Ryan Agus Setiawan – KLOP

    Ryan memiliki gelar sarjana Computer Software Engineering dari STT Musi. Ryan merupakan seorang software engineer yang menciptakan GoKuliner, sebuah diari kuliner dimana seseorang dapat membuat review tentang restoran yang mereka datangi dan melihat review dari orang lain serta public figure.

    Ryan mengembangkan aplikasi bernama KLOP yang termasuk kategori Smart City Digital Services, sebuah platform yang dapat menghubungkan pengunjung dengan informasi dan layanan sesuai dengan tempat dan pertandingan yang mereka datangi.

    4. Najib Abdillah – JKTPLM 2018

    Najib adalah seorang pengembang aplikasi mobile dan product development di Sebangsa Bersama. Ia pernah menjadi perwakilan developer di Launching BlackBerry Z3, dan pernah menjadi pemenang Blackberry Jam Camp 2013. Najib adalah lulusan UIN Sunan Kalijaga jurusan Informatika.

    Aplikasi yang dibuat Najib termasuk Sport Digital Experience. Aplikasi ini memiliki fitur yang memudahkan bagi penonton Asian Games 2018 untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan jadwal pertandingan dan skor terkini dari setiap Negara. Selain itu, aplikasi ini juga memberikan data yang bisa menjadi masukan bagi atlet untuk memperbaiki performanya.

    5.  Arthdi Putra dan Adetya Dyas Saputra (Necis Studio) – Azams:  Asian Games 2018

    Necis Studio adalah studio pengembang aplikasi mobile (Android dan iOS), Web Developer dan Web Designer yang berbasis di Yogyakarta. Necis Studio telah menciptakan beberapa aplikasi yang sudah dapat diunduh di playstore, seperti JapanGuru, CodePolitan, dan Highlight Goal App.

    Aplikasi yang dikembangkan oleh Necis Studio ini termasuk kategori Sport Digital Experience, yang memungkinkan supporter dari tim Negara lain yang menghadiri Asian Games 2018 untuk mendapatkan informasi terkini terkait tujuan wisata terdekat, sampai dengan mendapatkan akses transportasi untuk menuju kawasan wisata tersebut. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan panduan tur untuk wisatawan, dan nomor yang bisa diakses dalam keadaan darurat.

    6. Wahyu Muhammad Rizqi dan Ringgit Algifari – Live BAGAS

    Wahyu dan Ringgit adalah dua orang mahasiswa Universitas Siliwangi. Wahyu dan Ringgit tergabung dalam Sigade Studio, sebuah komunitas developer games di lingkungan kampus.

    Aplikasi yang dikembangkan Wahyu dan Ringgit termasuk kategori Sport Digital Experience. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang menggunakan teknologi chatbot pada platform sosial media Line. Chatbot ini memberikan informasi yang berhubungan dengan Asian Games 2018 melalui perbincangan di Line.

     

    Kedua pemenang Digital Challenge 2017 akan memperoleh grand prize berkunjung ke kantor Ericsson di Swedia. Sedangkan untuk finalis lainnya memperoleh hadiah berupa sport smart watch. 

    Digital Challenge 2017 diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dari tanggal 18 Agustus 2017 sampai 22 September 2017. Selama masa ini, proses kualifikasi yang ketat untuk para peserta difasilitasi oleh Dicoding dan orang yang terpilih mendapatkan akses ke Developer Portal and API milik Ericsson. Empat puluh orang memenuhi syarat kemudian memasuki tahap Adopsi API Ericsson selama tiga minggu sebelum finalis dikerucutkan menjadi tiga orang finalis untuk setiap kategori. Para finalis inilah yang kemudian mempresentasikan proposal mereka di depan para juri. Informasi lebih lanjut tentang Digital Challenge 2017 dapat diakses melalui www.digitalchallenge2017.id.

     

    Biro Humas

    Kementerian Komunikasi dan Informatika

     

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 10/HM/KOMINFO/02/2023 tentang Indeks Literasi Digital Tahun 2022 Meningkat, Kominfo Tetap Perhatikan Indeks Keamanan

    Dirjen Semuel menyatakan secara umum ada peningkatan dari aspek budaya digital dan etika digital. Selengkapnya

    Siaran Pers No.9/HM/KOMINFO/01/2023 tentang Perkuat Talenta dan Kebijakan Digital. Kominfo Kembangkan STMM Jadi Center of Excellence

    Program Studi Aplikasi Informatika yang nantinya akan menciptakan talenta dengan profesi di bidang data science, artificial intelligence hin Selengkapnya

    Siaran Pers No. 8/HM/KOMINFO/01/2023 tentang Kominfo Sediakan Kuota 100 Ribu Beasiswa Program Pelatihan DTS Tahun 2023

    Program DTS tahun 2023 menyediakan pelatihan gratis untuk 100 ribu peserta yang mencakup tujuh akademi. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 7/HM/KOMINFO/01/2023 tentang Tahun 2023, Kominfo Targetkan Latih 500 Pemimpin Digital

    Kominfo membuka Program Digital Leadership Academy (DLA) untuk melatih kepala daerah dan manajer perusahaan swasta. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA