FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
12 08-2017

746

Daya Beli Masyarakat Indonesia Masih Kuat

Kategori Berita Pemerintahan | patr001

Jakarta, Kominfo - Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto mengatakan daya beli masyarakat masih kuat. Menurutnya, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestic bruto masih dominan. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II tahun 2017 yaitu sebesar 5,01%. Konsumsi Rumah Tangga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni sebesar 2,65%,” katanya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (12/8/2017)..

Menurut Kepala BPS, ada kecenderungan terjadi perubahan perilaku konsumsi masyarakat, terutama dari barang-barang biasa menuju komoditas yang termasuk dalam kegiatan waktu luang (leisure activity). "Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95%, tumbuh kuat pada triwulan II namun bila dibandingkan dengan tahun 2016 ada perlambatan. Namun, konsumsi untuk leisure naik dan itu menunjukkan masyarakat sudah mulai memikirkan gaya hidup," jelasnya.

Sementara itu Ketua Indonesian E-commerce Association (idEA) Aulia Ersyah Marinto mengatakan pasar e-Commerce Indonesia diperkirakan mencapai USD130 Miliar di 2020. “Transaksi e-Commerce tumbuh sebesar 30-50% tahun 2017 dibandingkan 2014,” katanya. Meskipun demikian, Aulia belum dapat memastikan persentase pertumbuhan ekonomi saat ini yang ditopang oleh sektor e-commerce. "Kami mengagendakan untuk mengadakan survey bersama stakeholders termasuk BPS agar dapat data yang akurat mengenai sektor e-commerce," katanya.

Pengamat ekonomi Faisal Basri menjelaskan bahwa konsumsi ditentukan oleh pendapatan, Faisal mengatakan, “Proporsi tabungan terhadap total pendapatan naik, jadi ada penyimpanan uang”. Sementara itu, anggota Komite Ekonoi Indonesia (KEIN) Hendri Saparini mengatakan optimistis atas pertumbuhan ekonomi Indonesia,meski demikain menurutnya pemerintah perlu mengambil langkah strategis agar potensi ekonomi bisa terwujud dengan baik. “Potensi prospek pertumbuhan ekonomi indonesia sangat postif dan optimis. Kita ada di urutan 16 ekonomi dunia,” katanya. (PS)

Berita Terkait

Jadi Anggota DK PBB, Menlu: Ini Kepercayaan Masyarakat Internasional

Indonesia akhirnya terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB (DK PBB) untuk periode 2019-2020 dalam pemilihan yang dilakukan o Selengkapnya

Presiden Minta Kepala Desa Ingatkan Warga Soal Kemajemukan Indonesia

Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali, bahwa Indonesia adalah negara yang besar, yang memiliki 260 juta penduduk yang tersebar di 17.000 Selengkapnya

Punya Sejarah Panjang, Wapres: Indonesia dan Afrika Terus Bekerja Sama

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengemukakan, bahwa Indonesia bersama Afrika memiliki sejarah panjang yang dimulai dengan penyelenggaraa Selengkapnya

Presiden Jadikan Making Indonesia 4.0 Sebagai Agenda Nasional

Pemerintah bergegas menyongsong revolusi industri keempat atau yang dikenal dengan era industri 4.0. Melalui sebuah roadmap atau peta jalan Selengkapnya