FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
01 08-2017

321

Kominfo Gencarkan Konsolidasi, Berapa Idealnya Jumlah Operator di Indonesia?

Kategori Sorotan Media | brs
- (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Konsolidasi untuk operator seluler di Indonesia telah lama digaungkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Hal ini mengingat persaingan di antara operator seluler khususnya perang tarif masih sering terjadi.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara akan merancang aturan untuk melaksanakan rekomendasi tersebut. Ia menyatakan aturan tersebut bahkan bisa dalam bentuk peraturan menteri (permen).

"Bisa (permen), kasih peringatan (konsolidasi) jeda tujuh hari setelah itu harus dicabut, tinggal nanti pelanggannya gimana kan tinggal gitu. Sekarang ini bagian dari sosialisasi, kan sudah lama sejak saya masuk udah bicara ini terus," paparnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Rudiantara, peraturan konsolidasi itu jika sudah memiliki kekuatan hukum tetap, kemungkinan akan diungkap ke publik sekira tiga bulan sebelum diumumkan. Ia menegaskan aturan rekomendasi konsolidasi tersebut tak hanya ditujukan bagi operator seluler, namun juga operator BWA (Broadband Wireless Access).

Menurut CEO XL Axiata, Dian Siswarini yang ditemui di Jakarta, Senin (31/7/2017), konsolidasi baik untuk industri agar industri lebih sehat. "Masih banyak pemain, sudah gitu tiap pemain kan harus bangun sendiri network-nya, efisiensi industri itu rendah," ujarnya.

Ia mengatakan, konsolidasi harus terjadi, namun para stakeholder harus memiliki kesepakatan dan pemerintah perlu memberikan jalan untuk konsolidasi tersebut. Dian lebih lanjut mengatakan, idealnya di Indonesia tidak lebih dari tiga operator. "Menurut saya enggak lebih dari tiga. Tiga atau empat paling banyak," tuturnya.

Sementara itu, Indosat Ooredoo mengaku akan menunggu adanya komunikasi lanjutan untuk membahas wacana konsolidasi operator tersebut. Sementara saat ini pihaknya masih akan membahasnya secara internal.

"Yang penting komunikasinya dibuka dulu dari pendapatnya Pak Menteri kita lihat ke depannya akan seperti apa. Ya kita coba komunikasikan secara internal dulu," kata Head of Corporate Communication Indosat Ooredoo, Deva Rachman beberapa waktu lalu.

Deva tak menampik bahwa saat ini operator seluler di Tanah Air masih tergolong banyak dibandingkan dengan negara besar. Saat ini, kata Deva, di Indonesia terdapat 7 operator sedangkan di negara besar hanya memiliki tiga sampai empat operator.

Ketua Komisi Pengawasan dan Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf, menilai bahwa konsolidasi merupakan solusi terbaik. Menurutnya, tarif batas bawah untuk operator seluler yang saat ini menjadi perbincangan tak bisa dijadikan sebagai instrumen untuk menentukan tarif.

“Ini problemnya nonpasar tapi dimasukkan ke instrumen pasar supaya yang kecil bisa eksis. Kalau semua diselesaikan seperti ini, pasar kita semakin tidak efisien, makanya kami tidak pernah merekomendasikan tarif bawah sebagai instrumen menentukan tarif. Solusi paling bagus adalah konsolidasi,” terang Syarkawi.

Menurutnya, langkah konsolidasi akan menjadikan kompetisi antaroperator menjadi lebih sehat.(ahl)

Berita Terkait

Menkominfo Permudah Ponsel Populer Masuk Indonesia

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberi kemudahan kepada vendor global ternama bila ingin memasarkan smartphone mereka di T Selengkapnya

Digandeng Pemerintah, VNL Sediakan Koneksi Broadband di Kawasan Indonesia TImur

Vihaan Networks Limited (VNL), penyedia peralatan dan telekomunikasi asal India, membuka layanan teknologi yang bisa menjangkau daerah pedes Selengkapnya

Sekjen KemKominfo: Dengan Melek Digital Kaum Wanita Indonesia Bisa Terhindar dari Hoaks

Untuk menlindungi keluarga Indonesia dari dampak berita bohong atau hoaks yang semakin masif akhir-akhir ini, Kaum Ibu atau wanita Indonesi Selengkapnya

Badung Gelar Sosialisasi Literasi Media Teknologi Informasi

Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika melaksanakan Sosialisasi Literasi Media Teknologi Informasi Kabupaten B Selengkapnya

comments powered by Disqus