FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 07-2017

    15678

    Pemutusan Akses Aplikasi Telegram

    SIARAN PERS NO. 84/HM/KOMINFO/07/2017
    Kategori Siaran Pers
    - (Akun Twitter resmi Telegram)

     

    Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika

    No. 84/HM/KOMINFO/07/2017

    Tentang

    Pemutusan Akses Aplikasi Telegram

     

    Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tanggal 14 Juli 2017 telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

    Adapun ke-11 DNS yang diblokir sebagai berikut: t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org. Dampak terhadap pemblokiran ini adalah tidak bisa diaksesnya layanan Telegram versi web (tidak bisa diakses melalui komputer).

    “Saat ini kami juga sedang menyiapkan proses penutupan aplikasi Telegram secara menyeluruh di Indonesia apabila Telegram tidak menyiapkan Standard Operating Procedure (SOP) penanganan konten-konten yang melanggar hukum dalam aplikasi mereka. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)” papar Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa aplikasi Telegram ini dapat membahayakan keamanan negara karena tidak menyediakan SOP dalam penanganan kasus terorisme.

    Dirjen Aptika juga menegaskan bahwa dalam menjalankan tugas sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 40 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kemkominfo selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga Negara dan aparat penegak hukum lainnya dalam menangani pemblokiran konten-konten yang melanggar peraturan perundangan-undangan Indonesia.

     

    Jakarta, 14 Juli 2017

    Biro Humas

    Kementerian Komunikasi dan Informatika

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 457/HM/KOMINFO/10/2022 tentang Perkembangan Pelaksanaan Analog Switch Off di Jabodetabek

    Kementerian Kominfo menyampaikan perkembangan digitalisasi penyiaran dan persiapan ASO menuju 2 November 2022. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 456/HM/KOMINFO/10/2022 tentang Kembangkan Ekosistem Digital Pariwisata, Menteri Johnny: Kominfo Siapkan Infrastruktur dan Pelatihan

    Menkominfo menyontohkan beragam pelatihan yang diberikan meliputi virtual tour, adventure tourism, pelatihan bahasa inggris bagi pelaku wisa Selengkapnya

    Siaran Pers No. 455/HM/KOMINFO/10/2022 tentang Sukseskan KTT G20, Menteri Johnny: Kominfo Tingkatkan Kualitas Jaringan Telekomunikasi

    Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan telah melakukan peningkatan kualitas dan penyiapan jaringan backup layanan telekomunikasi untuk perhel Selengkapnya

    Siaran Pers No. 454/HM/KOMINFO/10/2022 tentang Siapkan Media Center KTT G20, Menkominfo: Lebih Dari 1.000 Jurnalis Terdaftar

    Menkominfo Johnny G. Plate menyatakan sudah membuka pendaftaran bagi jurnalis dan menyiapkan media center untuk mendukung kelancaran peliput Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA