FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
14 07-2017

1030

44 Perguruan Tinggi Jawa Barat Deklarasi Anti Radikalisme

Kategori Berita Kementerian | vera002

Bandung, Kominfo- Deklarasi Anti Radikalisme oleh 44 Perguruan Tinggi di Jawa Barat menjadi upaya pemerintah melibatkan perguran tinggi dalam meneguhkan kembali semangat cinta tanah air.  "Pemerintah sudah mengkampanyekan dan sosialisasi berbagai hal yang berkaitan dengan mitigasi untuk hilangkan aktivitas yang berkaitan dengan terorisme dan radikalisme. Pemerintah juga baru saja mengeluarkan Perppu tentang ormas, jadi ini bukan sesuatu yang baru," jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat menghadiri Deklarasi Anti Radikalisme Perguruan Tinggi Jawa Barat, di Aula Grha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjajaran Bandung, Jumat (14/7/2017).
Deklarasi itu merupakan sikap atas perkembangan radikalisme dan terorisme dalam kehidupan bermasyarakat. Deklarasi yang diinisiasi oleh Perguruan Tinggi se-Jawa Barat itu diyakini Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sangat tepat. "Deklarasi ini tepat karena pusat perubahan ada di kampus, sehingga kampus lah yanh perlu diperkokoh terlebih dahulu agar kita bisa menjadi bangsa yang kuat dan berkepribadian," ujar Ahmad. 
Ditambahkan oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Mayjend TNI R. Gautama Wiranegara, permasalahan radikalisme dan terorisme saat ini perlu ditangani secara bijak dan melibatkan seluruh stakeholders. "Ini merupakan komitmen BNPT dengan civitas akademik dalam mencegah dan waspada terhadap radikalisme dan terorisme. Peran mahasiswa dan masyarakat penting dalam antisipasi terorisme. Kita perlu tanamkan kepada generasi muda tentang bahaya terorisme dan memberi langkah pencegahan serta memperkuat peran dari perguruan tinggi," ungkapnya. 
 
Berikut isi lengkap Deklarasi Anti Radikalisme Perguruan Tinggi di Jawa Barat:
  1. Kami berpegang teguh pada landasan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila sebagai ideologi, Undang Undang Dasar 1945 dan semangat Bhineka Tunggal Ika
  2. Kami bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai keagamaan, etika akademik, Hak Azazi Manusia, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dan wawasan nusantara
  3. Kami menolak organisasi dan aktivitas yang berorientasi dan/atau berafiliasi dengan gerakan radikalisme, terorisme, organisasi masyarakat/organisasi politik yang bertentangan dengan Pancasila, UUD45 dan Peraturan Per Undang-Undangan.
  4. Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran faham dan gerakan radikalisme, terorisme  dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD1945.
Deklarasi Anti Radikalisme ini juga turut dihadiri Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir, Anggota DPR RI, Ketua DPRD Jabar, serta perwakilan dosen dan mahasiswa Perguruan Tinggi di Jawa Barat.(VE)

Berita Terkait

Perlu Terobosan Terapkan Pemerintahan Berbasis Elektronik

Penerapan pemerintahan elektronilk atau e-government di lingkungan lembaga pemerintah dapat dipercepat untuk mewujudkan tata kelola pemerint Selengkapnya

Apresiasi Menkominfo untuk Kelas Digital dan Santri Anti Radikalisme

Mungkin tak ada yang bisa membayangkan, bermula dari hanya tiga petak kamar kecil berukuran 6 meter persegi kini Pondok Pesantren Terpadu Al Selengkapnya

Gubernur Jatim: Bangun Generasi Produktif di Era Digital

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menilai era digital saat ini merupakan hak semua orang, bukan hanya generasi milenial. Oleh karena itu setiap o Selengkapnya

Perkuat Kapasitas Perempuan, Tingkatkan Literasi Hadapi Hoaks di Ranah Digital

"Ada fakta yang menarik, pengguna e-commerce Indonesia didominasi oleh perempuan. Mereka adalah perempuan yang produktif. Menjadi tantangan Selengkapnya